You are here: Home » Biologi » Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe

Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe – Jika di pegunungan atau tempat-tempat yang dingin, pasti minum minuman hangat akan terasa sangat nikmat sekali. Apa sih favorit anda sekalian? Kalau saya sih, teh jahe tentunya. Saya memilih Jahe karena rasa yang diberikan Jahe sangatlah nikmat dengan memberikan rasa pedas unik yang dapat menghangatkan tubuh kita dari dalam. Walaupun saya sangat menyukai minuman Jahe, saya masih belum begitu paham tentang tanaman itu sendiri. Sebenarnya apa sih tanaman Jahe? Yuk kita pelajari bersama!

Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe

Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe

Tanaman Jahe (Zingiber officinale Roscoe) adalah merupakan salah satu tumbuhan rumpun dengan batang yang semu. Tanaman Jahe tergolong populer di kalangan masyarakat karena sering digunakan sebagai rempah-rempah dapur serta dalam pengobatan. Tanaman ini berasal dari India yang kemudian menyebar ke daerah Asia hingga ke Indonesia juga.

Berikut ini merupakan klasifikasi Jahe:

  • KINGDOM                          : Plantae (Tumbuhan)
  • SUB KINGDOM                  : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
  • SUPER DIVISI                      : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
  • DIVISI                                    : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
  • KELAS                                    : Liliopsida (Tumbuhan Monokotil)
  • SUB KELAS                           : Zingiberidae
  • ORDO                                    : Zingiberales
  • FAMILI                                  : Zingiberaceae
  • GENUS                                 : Zingiber Mill.
  • SPECIES                                : Zingiber officinale Roscoe

(Referensi: plants.usda.gov – Plants Database)

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Rumput Gajah

Tanaman Jahe memiliki akar dengan tipe serabut dengan warna putih yang tidak murni. Akar tanaman Jahe tumbuh dari bagian rimpang dimana tunasnya tumbuh juga dari bagian atas rimpang. Akar tanaman ini berwarna coklat, namun berubah jika sudah memiliki rimpang dengan warna sedikit kemerahan, hal ini tergantung dari varietas tanaman itu sendiri.

Rimpangnya berbentuk tebal dan melebar dengan pertumbuhan yang bercabang-cabang, warna dari rimpang tersebut adalah kuning pucat. Bagian dalam akar berserat sedikit kasar dengan warna kuning muda, namun berwarna merah muda di bagian ujungnya. Tercium aroma yang unik dan sedikit rasa pedas pada bagian tersebut. Tanaman Jahe dapat dibedakan menjadi tiga bagian berdasarkan ukuran dan warna yang dimiliki rimpang, yaitu:

  • Jahe Kecil
  • Jahe Besar
  • Jahe Merah

Daun Jahe terdiri dari pelapah dan helaian daun. Pelapah daunnya melekat dan saling membungkus hingga membentuk batang. Pada permukaan atas daun dapat terlihat ciri-ciri daun dengan bulu-bulu putih. Dengan kadar air yang cukup, akan terlihat tumbuhnya tunas yang baru pada pangkal daun yang akhirnya dapat menjadi rimpang yang baru.

Batang tanaman ini berbentuk batang semu yang tumbuh tegak dengan bentuk bulat pipih. Di cabang batang tidak terlihat susunan ruas, pelapah daunnya saling menutupi sehingga membentuk seperti batang. Pada batang bagian luar, memiliki ciri batang yang licin dan mengkilap, kandungan air yang berlimpah, serta berwarna hijau pucat yang berubah kemerahan pada pangkal daunnya. Batang bagian bawah berbuku-buku dan memiliki struktur yang bercabang.

Tanaman Jahe ini juga memiliki bunga. Bunga tersebut terletak pada ketiak daun pelindung dengan bentuk yang sangat bervariasi. Variasi bunga dapat berbentuk seperti lonjong, bulat telur, panjang, runcing, tumpul, dan lain-lainnya. Ukuran bunga ini berkisar antara 2 – 2,5 cm untuk panjangnya, dan 1 – 1,5 cm untuk lebarnya. Tanaman ini memiliki bunga dengan setiap bunganya memiliki dua tangkai sari, dua keping kepala sari, dan satu calon buah, karenanya Jahe tergolong tanaman hermaprodit. Bunga tanaman Jahe terbentuk langsung dari bagian rimpangnya.

Selain sebagai penghangat, tanaman Jahe memiliki banyak khasiat lainnya. Tanaman Jahe dapat diolah sebagai obat untuk meredakan penyakit rematik pada manusia, hal ini dapat dilakukan dengan cara menempelkan Jahe yang sudah dipanaskan dan ditumbuk pada bagian tubuh yang terkena rematik. Tidak hanya itu, tanaman Jahe juga dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi, dapat dilakukan hanya dengan melakukan terapi merendamkan kaki pada air Jahe hangat selama 15 menit. Jahe juga bermanfaat sebagai obat untuk migraine, flu, pilek, dan sakit kepala biasa.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Melati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *