You are here: Home » Biologi » Pengertian Dan Proses Replikasi DNA

Pengertian Dan Proses Replikasi DNA

Pengertian Dan Proses Replikasi DNA – Yang dimaksud dengan DNA adalah ‘materi herediter’ yang berada di dalam sel memiliki bentuk seperti urutan kode dari ‘amina heterosiklik’.

Pada umumnya manusia mempunyai 46 untai DNA yang masing – masing dikenal dengan nama ‘kromosom’. Gen di dalamnya adalah daerah – daerah tertentu di dalam masing – masing kromosom yang berisikan beberapa informasi tetap diberlakukan secara turun – temurun.

Replikasi DNA sudah dapat dimulai pada bagian lokasi – lokasi tertentu yang dikenal sebagai asal mula dari proses replikasi. Replikasi DNA menjadi sebuah proses semi konservatif yang bisa terjadi karena masing – masing sel anak siap melakukan kerjasama dan menerima seuntai DNA induk dan untai lainnya yang akan disintesis. DNA untai pada orangtua ini akan bertindak sebagai fungsi template guna melakukan proses sintesis untai komplementer baru.

Pengertian Dan Proses Replikasi DNA

Terkait dengan penjelasan dari kami tersebut di atas, Replikasi DNA adalah sebuah rangkaian proses dimana di dalamnya terselip sebuah molekul DNA asli yang akan menghasilkan 2 salinan identik DNA. Replikasi DNA sekilas pandang hampir menyerupai proses Biologis biasa pada umumnya yang sewaktu – waktu akan terjadi di dalam masing – masing tubuh organisme hidup. Merupakan proses dasar untuk gen pewarisan dimana Replikasi DNA memang menjadi dasar untuk pewarisan. Dalam hal ini DNA terbuat dari 2 helai dan masing – masing helai induk akan bertindak sebagai fungsi template guna memproduksi untai yang bersifat komplementer. Proses inilah yang selanjutnya dikenal dengan nama replikasi semi – konservatif DNA.

Langkah – Langkah Replikasi DNA

1/Inisiasi

Proses replikasi pada bagian ini bisa dimulai melalui titik – titik tertentu dari jaringan DNA yang dikenal dengan istilah asal yang dikatalisis oleh ‘protein inisiator’. Urutan yang umum terjadi adalah dari A s/d T. Lokasi situs asal terhadap protein inisiator akan membentuk rangkaian proses kompleks ‘pra – replikasi’ yang akan membuka ‘ritsleting’ DNA yang bersifat untai ganda.

2/Elogasi

Proses pemanjangan atau ‘Elogasi’ dari molekul DNA adalah dengan menambahkan zat asam amino ke dalam rantai protein yang sedang dalam masa pertumbuhan. Terdapat juga proses ‘sintesis leading strand’ yang dimulai dengan proses  sintesis RNA primer dengan bekerjasama kepada ‘primase’ di dalam lokasi asal. Urutan dari ‘nukleotida’ yang akan ditambahkan ke dalam area primer oleh enzim DNA polymerase III dibimbing menuju ke arah 5 ke 3.

3/Garpu Replikasi

Yang dimaksud dengan garpu replikasi adalah struktur selama berlangsungnya replikasi DNA. Fase ini diciptakan oleh ‘enzim helikase’ dengan cara memutus ikatan hidrogen yang bertugas memegang untai DNA secara bersama – sama. Masing – masing helai akan berfungsi sebagai template guna melakukan proses leading strand dan lagging strand.

4/Terminasi

Proses terminasi replikasi DNA selesai dilakukan oleh protein terminasi.

5/Replikasi DNA Semikonservatif

Replikase molekul DNA terjadi melalui 2 untai komplementer yang oleh aksi enzim tertentu dipisahkan. Enzim – enzim ini selanjutnya akan membuka molekul lalu mengekspos basa nukleotida dimana masing – masing untai molekul DNA akan tetap utuh dan memiliki fungsi sebagai template untuk proses sintesis untai komplementer. Adapun modus replikasi DNA adalah bersifat semi – konservatif dimana salah satunya berasal dari setengah molekul DNA yang lama dan sisanya lagi adalah baru.

6/Leading Strand

Yang dimaksud dengan ‘leading strand’ adalah rangkaian untai DNA yang mengalami perkembangan untuk disintesis ke dalam arah yang sama dengan kondisi garpu replikasi.

7/Lagging Strand

Yang dimaksud dengan ‘lagging strand’ adalah jaringan untai DNA yang berkembang secara disintesisi berlawanan arah dengan kondisi garpu replikasi. Lagging strand dikenal lebih rumit dibandingkan dengan leading strand tersebut di atas.

Nah sehubungan dengan proses replikasi DNA, DNA polimerase akan menambahkan zat basa nukleotida terhadap satu untai tunggal yang membuatnya berubah menjadi DNA untai ganda. Enzim – enzim di sekelilingnya juga akan menambahkan nukleotida secara bebas di bagian ujung untai 3 dari cetakan yang menghasilkan formasi – formasi untai baru ke dalam arah 5 ke 3. Selanjutnya DNA polimerase akan bergerak di sepanjang untai template ke dalam arah 3 menuju 5 dan untai anak akan terbentuk ke dalam arah 5 menuju ke 3. Inilah yang menyebabkan terjadinya proses pembentukan DNA antiparalel bersifat untai ganda untuk satu dengan yang lainnya.

Demikian kami menjelaskan tentang pengertian dan proses replikasi DNA, semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *