You are here: Home » Lainnya » Pengertian dan Pengaruh Etnosentrisme

Pengertian dan Pengaruh Etnosentrisme

Pengertian dan Pengaruh Etnosentrisme – Sebagai makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat dengan keberagaman budaya, tentunya terdapat banyak sikap yang juga beragam dalam menyikapi perbedaan budaya ini. Salah satunya adalah etnosentrisme. Apa sebenarnya etnosentrisme itu? Apakah kita memiliki kecenderungan etnosentrisme yang tinggi?

Pengertian dan Pengaruh Etnosentrisme

Pengertian dan Pengaruh Etnosentrisme

Pengertian Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat nilai yang dianut oleh kelompok sendiri lebih superior dibanding kelompok lainnya, sehingga nilai yang dianut dalam kelompoknya tersebut dijadikan standar dalam menilai berbagai hal.  Kecenderungan etnosentrisme ini tentunya dapat memberikan sekat atau bahkan konflik antara kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Etnosentrisme mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah dalam komunikasi antarbudaya. Berdasarkan studi yang ada, etnosentrisme memiliki pengaruh terhadap komunikasi antarbudaya. Individu ataupun kelompok dengan etnosentrisme tinggi, cenderung lebih menarik diri dari interaksi dengan kelompok budaya lain.

Begitu pula sebaliknya. Kemungkinan terjadinya kesalahpahaman dalam komunikasi yang terjalin antar budaya pun tinggi bila individu yang terlibat dalam komunikasi tersebut memiliki etnosentrisme yang tinggi. Hal ini dikarenakan individu dengan etnosentrisme tinggi tersebut akan memiliki pandangan bahwa paham yang dianutnya adalah sesuatu yang benar ataupun “normal”.

Selain itu, etnosentrisme juga memiliki pengaruh dalam gaya konsumsi individu. Individu dengan etnosentrisme tinggi memiliki rasa cinta dan preferensi yang lebih besar terhadap produk yang dihasilkan kelompoknya.

Dengan kata lain, warga negara dengan etnosentrisme tinggi akan lebih memilih produk dalam negeri dibandingkan produk yang berasal dari luar negeri. Hal ini dikarenakan, individu dengan entnosentrisme tinggi akan cenderung memiliki perasaan bersalah jika mengonsumsi produk luar negeri.

Individu dengan etnosentrisme tinggi ini merasa bahwa tindakan mengonsumsi produk luar negeri tersebut dapat berakibat buruk pada kelompoknya sendiri, yang berarti bangsanya. Lain lagi individu dengan etnosentrisme rendah. Gaya konsumsi individu dengan entrosentrisme rendah ini akan lebih fokus pada atribut produk itu sendiri (contohnya, kualitas produk). Daerah asal produk itu dibuat tidak menjadi prioritasnya dalam memilih produk.

Sekarang, kita sudah dapat melihat dampak baik dan buruk yang diperoleh dari sikap etnosentrisme. Untuk itu, kita harus dapat menjaga kadar sikap etnosentrisme yang ada dalam diri kita agar tetap memberikan dampak yang positif, apalagi dengan kondisi keberagaman budaya di Indonesia yang patut kita lestarikan dan hargai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *