You are here: Home » Biologi » Cara Budidaya Tanaman Belimbing

Cara Budidaya Tanaman Belimbing

Cara Budidaya Tanaman Belimbing – Tanaman belimbing adalah tanaman penghasil buah berbentuk khas dengan nama yang sama. Termasuk dalam famili Oxalidaceae, belimbing diyakini berasal dari Indonesia, India, dan Sri Lanka. Di Indonesia, buah belimbing dijadikan ikon dari Kota Depok, Jawa Barat, sejak tahun 2007.

Tanaman belimbing dapat tumbuh dengan baik di daerah yang berangin sedang dan curah hujan sedang. Pastikan tanaman berada di tempat terbuka dan mendapatkan sinar matahari secara memadai. Belimbing paling baik ditanam di daerah dengan 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering, serta berada pada dataran rendah hingga ketinggian 500 mdpl.

Walau dapat tumbuh hampir pada semua jenis tanah, belimbing akan tumbuh maksimal di tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik. Tingkat keasaman tanah untuk belimbing adalah pH 5,5–7,5.

Berikut merupakan langkah demi langkah budidaya tanaman belimbing:

  1. Pembibitan belimbing

Bibit belimbing yang unggul didapatkan dari pohon induk unggul atau pembiakan secara vegetatif (cangkok, okulasi, enten, dan susuan). Pembiakan secara generatif (biji) tidak dianjurkan karena biasnya menghasilkan keturunan berbeda dengan induknya. Oleh karena itu, pembiakan generatif hanya dilakukan untuk menghasilkan bibit batang bawah yang nantinya digunakan pada perbanyakan vegetatif.

Telah disebutkan bahwa untuk pembiakan vegetatif, dibutuhkan batang bawah atau bibit onderstam yang berasal dari biji. Berikut cara pembiakan generatifnya:

  • Pilih buah belimbing yang matang di pohon, sehat, dan berasal dari varietas unggul nasional ataupun lokal.
  • Ambil atau keluarkan biji dari buah, kemudian tampung dalam suatu wadah.
  • Cuci biji belimbing menggunakan air bersih hingga lendirnya hilang.
  • Keringkan biji belimbing dengan dianginkan di tempat teduh.
  • Biji belimbing bisa disimpan di suatu wadah tertutup, atau langsung disemai.
  1. Persemaian

Tahap persemaian terbagi menjadi 2, penyiapan lahan persemaian dan persemaian.

  • Untuk lahan persemaian, pilih tempat yang strategis dan tanahnya subur. Gemburkan tanah hingga kedalaman antara 30-40 cm, kemudian anginkan selama ± 15 hari. Buat bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjangnya menyesuaikan lahan, serta posisinya membujur dari Utara-Selatan.

Tambahkan pupuk kandang sambil dicampurkan dengan tanah atas  bedengan secara merata. Rapikan bedengan dengan kayu atau bambu ataupun cangkul.

Tancapkan tiang-tiang bambu bedengan setinggi 100-150 cm di sisi Timur dan 75-100 cm di sisi Barat. Pasang atap persemaian dari dedaunan atau lembar plastik bening, dan bedengan persemaian lengkap siap untuk disemai biji belimbing.

  • Untuk persemaian, rendam biji belimbing dalam air dingin atau dalam suhu 55-60 derajat celsius selama 30 menit atau lebih.

Simpan biji dalam gulungan kain basah di tempat yg lembap selama beberapa waktu hingga berkecambah.

Semai biji  yang telah berkecambah pada lahan persemaian dengan menyebar biji di sepanjang garitan atau alur-alur dangkal dengan jarak antar alur sekitar 10-15 cm, kemudian tutup dengan tanah tipis.

Siram biji 1-2 kali sehari atau sesuaikan dengan cuaca. Jangan lupa beri pupuk. Kemudian, biarkan kecambah tumbuh dan berkembang menjadi bibit muda.

  1. Pengolahan media tanam

Pengolahan media tanaman belimbing sama dengan pengolahan media persemaian. Perlu diingat syarat utama dalam pemilihan lahan adalah tersedianya air bagi tanaman. Indikator alami dari keberadaan sumber air adalah pohon enau karena umumnya pohon enau hidup di daerah yang banyak mengandung air. Ciri lainnya adalah daerah tersebut berada di lembah bukit atau pegunungan.

Buat lubang tanam berukuran 50x50x50 cm pada lahan dengan separuh tanah galian lubang bagian atas dipisahkan. Kemudian angin-anginkan lubang selama 2-4 minggu. Setelah itu, campur tanah di bagian atas dengan pupuk kandang ayam dengan rasio 1:1. Beri pula pupuk NPK 20-10-10 sebanyak 1 genggam per lubang tanam. Campuran tanah dan pupuk tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam lubang.

  1. Penanaman belimbing

Lubang yang sudah dipersiapkan tersebut tidak langsung ditanami, tetapi dibiarkan selama 1 minggu sebelum penanaman dilakukan. Jenis bibit sangat berpengaruh pada metode penanaman. Misalnya, bibit okulasi klon B17 harus dikombinasikan atau diseling dengan bibit klon B2. Tanami B2 di antara 8 tanaman B17. Kombinasi ini dimaksudkan untuk membantu penyerbukan.

  1. Pemeliharaan tanaman belimbing

Pemeliharaa tanaman belimbing meliputi penjarangan, penyulaman, penyiangan, pembubunan, pemupukan, dan pengairan. Penjarangan dan penyulaman dimaksudkan agar buah berkembang dengan leluasa dan distribusi makanan terfokus pada buah yang dipelihara. Dengan penjarangan buah tidak akan bergerombol. Untuk satu pohon, hanya 100 buah yang dipelihara sampai besar. Penjarangan dilakukan 5-10 hari setelah bunga bermekaran, atau buah sebesar 2,5-5 cm.

Penyiangan, pembubunan dan perempalan dilakukan agar tanaman belimbing menghasilkan buah secara produktif dan mendapatkan hasil maksimal. Penyiangan dilakukan dengan melakukan pemangkasan yang membentuk tajuk tanaman tidak saling berhimpitan. Hal ini juga memudahkan saat panen.

Pemupukan dilakukan dalam beberapa periode waktu. Berikan pupuk nitrogen ZA setiap sebulan sekali. Pada usia 3 bulan, 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun setelah tanam tambahkan pupuk kandang ayam dan NPK dengan dosis yang terus bertambah. Waktu pemberian pupuk sebaiknya sebelum tanaman berbunga, setelah berbuah, dan seusai panen, sehingga setiap tahun setidaknya dilakukan 3 kali pemupukan.

Tanaman belimbing membutuhkan banyak air. Di daerah kering, tanaman perlu diberi pengairan dan penyiraman rutin. Sebagai tanda tanaman perlu disiram adalah apabila rumput yang tumbuh di bawah pohon mulai layu. Penyiraman dapat dilakukan dengan penggenangan atau disiram sampai daerah sekitar tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman belimbing kurang menyukai air yang menggenang. Drainase yang baik diperlukan agar air dapat dialirkan keluar lahan.

  1. Panen

Umur panen buah belimbing dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan iklim. Di dataran rendah dengan iklim basah, umur petik buah belimbing berkisar pada 35–60 hari setelah pembungkusan buah atau 65–90 hari setelah bunga mekar. Ciri buah belimbing siap panen adalah ukurannya besar, matang dan warna buahnya telah berubah dari hijau menjadi putih atau kuning atau merah atau variasi warna lainnya, tergantung dari varietas belimbing.

Panen buah belimbing dengan memotong tangkainya. Waktu panen paling baik adalah pagi hari, saat buah masih segar dan cuaca belum terlalu panas. Masukkan buah belimbing yang baru dipetik dalam suatu wadah secara hati-hati agar tidak memar atau rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *