You are here: Home » Biologi » Cara Budidaya Bengkuang

Cara Budidaya Bengkuang

Cara Budidaya Bengkuang – Budidaya bengkuang merupakan salah satu budidaya tanaman yang memiliki peluang cukup besar.

Bengkuang digunakan dalam berbagai hal dalam kehidupan masyarakat seperti konsumsi dan bahkan sebagai bahan dasar produk kecantikan bagi kaum wanita. Bengkuang sendiri adalah umbi tanaman yang berasal dari Amerika Tropis dan kemudian menyebar ke Eropa lalu ke Asia.

Lalu bagaimana cara membudidayakan bengkuang untuk memastikan bengkuang dapat tumbuh dengan baik dan siap untuk dipanen dan dipasarkan? Syarat pertama adalah tempat pembudidayaan. B

udidaya tanaman bengkuang idealnya dilakukan pada dataran rendah sekitar 200-800 m dpl dengan suhu 25o-28o C. Setelah melakukan penanaman benih bengkuang, proses selanjutnya adalah merawat tanaman tersebut agar dapat tumbuh dengan baik.

Hal yang pertama kali perlu diperhatikan adalah penyiraman tanaman. Bengkuang termasuk tanaman yang cukup kuat menghadapi kekeringan, meskipun tetap memerlukan penyiraman secukupnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah air, jumlah air yang terlalu banyak bahkan cenderung membuat tanah basah dapat membuat tanaman mati dan layu.

Saat tanaman berumur 2 minggu, dapat dilakukan proses penyiangan apabila diperlukan. Lakukan juga proses penyulaman dengan menggunakan kacang tanah apabila ada bengkuang yang tidak tumbuh. Kacang tanah dipilih karena dapat memperkaya kandungan nitrogen dalam tanah.

Proses pemupukan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu. Jumlah pupuk yang perlu diberikan kepada tanaman sangat bergantung pada kondisi pertumbuhan tanaman.

Apabila tanaman terlihat kurang subur, dapat diberikan pupuk tambahan, tetapi apabila tanaman terlihat cukup subur maka pemberian pupuk dapat dikurangi. Biasanya pupuk yang digunakan adalah kompos kering.

Proses lain yang perlu dilakukan adalah proses pengguntingan pucuk daun. Proses pengguntingan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan, 2 bulan, dan 3.5 bulan.

Pada pengguntingan pertama, diharapkan ada banyak tunas baru yang muncul setelah proses pengguntingan. Sementara pada proses pengguntingan kedua, hanya dapat dilakukan apabila minimal 80% dari bunga bengkuang telah mekar untuk memastikan umbi tumbuh bulat dan besar.

Proses pengguntingan terakhir adalah pengguntingan semua bunga dan daun pada tanaman termasuk bunga pada ketiak daun dan bunga atau daun yang baru tumbuh. Umbi akan mengalami perkembangan pesat setelah proses pengguntingan ketiga ini.

Baca Juga :

Pada umur 4 bulan, tanaman bengkuang sudah dapat dipanen. Cara panen dapat dilakuakn dengan menggali atau langsung mencabut tanaman bengkuang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *